“Motor Bukan Penyebab Jebolnya BBM Subsidi”

“Motor Bukan Penyebab Jebolnya BBM Subsidi”.

Tadi pagi mencoba menyempatkan diri untuk mengisi bensin di sebuah SPBU di jalan surapati, dan seperti biasa aku masuk ke jalur pompa pertamax dan premium. bukannya mau mendahului antrian motor yang ngantri premium, tapi emang mau isi pertamax campur premium hehehe
kalo menurut ane, sebenarnya ga sulit untuk menerapkan pengurangan konsumsi BBM bersubsidi, kurangi saja pompa untuk premium di tiap SPBU, beres kan?
takut SPBU-nya ga laku? ga bakal, orang pasti mau tidak mau akan beralih ke pertamax, walaupun sambil menggerutu, daripada motor ato mobilnya mogok.
Jadi untuk jalur kendaraan umum, kasih pompa solar aja, jalur kendaraan pribadi kasih pilihan pertamax dan pertamax plus, jalur angkot kasih premium aja, jalur motor kasih pilihan pertamax dan premium. Kasih kamera pengawas, audit tiap bulan oleh pertamina dan pemerintah, kalo semua berjalan dengan sesuai, kasih insentif utk SPBU, entah bonus atau apapun bentuknya. Wajib diberlakukan untuk SPBU yang ada dalam kota Bandung, dan jalan utama antar kota.
Dah, selesai…dijamin BBM subsidi akan tepat sasaran.

MENJADI RAKSASA VAKSIN ASIA, MUNGKINKAH?

Data dari WHO menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kasus terbanyak untuk flu burung atau Avian Influenza yaitu 99 kasus dengan 79 kematian. Selain itu, masih bersumber dari data WHO hingga Agustus 2011, di Indonesia juga masih ditemukan beberapa penyakit mematikan lainnya yaitu, Difteri sebanyak 385 kasus, Campak 16529 kasus, Rubella 1308 kasus, dan Tetanus 137 kasus.
Semua penyakit tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan vaksinasi, namun terbersitkah di kepala kita siapa yang membuat vaksin tersebut? Indonesia ternyata memilikinya, yaitu PT. Bio Farma (Persero), sebuah Badan Usaha Miliki Negara yang berlokasi di Bandung.
Perusahaan vaksin yang berdiri sejak tahun 1890 ini sudah mendapatkan berbagai sertifikasi yang menjamin bahwa produknya aman, selain itu perusahaan yang pada tanggal 6 Agustus kemarin genap berusia 121 tahun ini juga telah mendapatkan prekualifikasi dari badan kesehatan dunia (WHO) sehingga dapat memasarkan produknya ke negara-negara di berbagai belahan dunia.
Selain memproduksi vaksin untuk imunisasi dasar (BCG, Polio, Campak, dan DTP-HB), berdasarkan keterangan yang pernah diberikan oleh Dirut Bio Farma, perusahaan ini juga tengah bersiap untuk meluncurkan produk baru seperti vaksin influensa.
Vaksin influensa nantinya harus diberikan setiap tahun, dari literatur diketahui bahwa virus influensa sangat cepat sekali mengalami mutasi menjadi strain yang berbeda. Untuk itu maka pemberian vaksin diberikan satu kali dalam setahun untuk strain yang berbeda.
Kasus Flu burung saat ini sudah jarang ditemukan lagi menyerang manusia, akan tetapi tidak menentunya cuaca akibat semakin rusaknya lingkungan, bukan tidak mungkin dapat memunculkan virus flu yang lebih ganas.
Pertanyaannya, siapkah kita menghadapi kemunculan virus flu yang lebih ganas? Keberhasilan Bio Farma dalam memproduksi vaksin influensa, merupakan pijakan awal untuk memproduksi vaksin Flu burung atau Flu babi. Teknologinya sama, sehingga tidak terlalu sulit untuk alih produksi dari vaksin influensa ke Flu burung atau Flu babi.
Untuk itu maka kekuatan sumber daya manusia di Bio Farma harus lebih ditingkatkan, peningkatan ini dilakukan dengan memberikan beasiswa pada karyawan, serta kerja sama riset dengan lembaga yang ada di dalam dan luar negri, begitu keterangan yang diperoleh dari Dirut Bio Farma
Rotavirus, typhoid, HIV, dan Polio injeksi bukan tidak mungkin juga dapat kita produksi sendiri, risetnya sedang berjalan, dan suatu keniscayaan dalam tiga sampai empat tahun lagi produk vaksinnya akan beredar.
Menjadi raksasa vaksin Asia bukanlah suatu kemustahilan, kerja sama seluruh pihak dan dukungan pemerintah sangatlah penting, peran serta perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam dan luar negeri perlu lebih dilibatkan. Dukungan dari rakyat Indonesia adalah dengan menggunakan vaksin produksi dalam negeri, maka sebelum diimunisasi lihatlah label vaksinnya, apakah vaksin tersebut dari Bio Farma?

zte n75

dapat hape ini dari tmn, dgn harga yg cukup murmer, maklum hape smartphone buatan china. tapi mantab banget, didukung dengan os windows mobile 6.1, n75 menjadi lebih mudah digunakan dan dikustomisasi. fitur jagoan lainnya adalah sudah mendukung utk gps, tgl menginstal 3rd party sw. hape ini juga bisa jd wifi router, dll pokoknya canggih abiz. oprek terusss…

Bandungku….bandung kita

sudah hampir 10 tahun aku tinggal di bandung, dari awal kuliah sampai sekarang kerja. Tapi rasanya ada yang berubah, bandung yang dulu begitu aku menginjakkan kaki pertama kali, udara masih dingin sejuk, setiap bernafas pasti kelihatan uap nafasku, sekarang sudah tidak ada lagi.
Waktu kuliah dulu aku tinggal di Dago, sekarang setelah kerja aku menempati sebuah rumah di daerah ujung berung, jaraknya sekitar 11 km dari kantorku yang ada di Jl. Pasteur. Setiap hari aku berangkat kantor menggunakan sepeda motor, setiap hari pula aku harus bergelut dengan kemacetan lalu lintas yang rasanya kian hari kian parah. Apalagi kalau lampu lalu lintas mati, semua orang tidak sabar ingin lebih dahulu melintasi persimpangan, hmmm…semrawut banget. Begitu kira-kira gambaran lalu lintas di kota bandung saat ini. Tidak ada rasa aman dan nyaman untuk jalan-jalan dan berwisata dalam sebuah kota wisata yang sangat terkenal ini?.
Setiap melintasi jalan ujung berung hingga jalan pasteur, mulut ini selalu bergumam, apa benar tidak ada solusi untuk masalah lalu lintas ini?
kita lihat aja jalan protokol yang ada di kota bandung, jalan dago hingga jalan merdeka, kualitas jalan jelek, banyak lubang, rambu-rambu bisa dihitung dengan jari, halte pemberhentian nyaris tidak ada. Fasilitas lain yang baru ada cuma untuk jalur sepeda, yang menurut aku pribadi terlalu mewah dan tidak terpakai sesuai fungsinya. Jalur sepeda pake di cat segala, cukup kasih marka atau rambu bahwa ini untuk jalur sepeda menuruku sudah cukup tidak perlu di cat warna biru yang akhirnya luntur lagi karena ikut dilalui mobil dan motor.
Masih banyak hal yang perlu dibenahi, tapi tidak ada masalah yang tidak diselesaikan, asal kita istiqomah dan fokus, insyaAllah benang kusut akan terurai.
Semoga tulisan ini dapat menjadi kritik untuk Pemerintah kota Bandung pada khususnya, tidak usah saling tunjuk siapa yang salah, atau siapa yang paling bertanggung jawab, buatlah prosedur perijinan yang tidak usah terlalu rumit, sehingga begitu ada ide yang baik dan pro masyarakat umum biar langsung bisa terwujud.
Contohlah kota-kota besar lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Surabaya dan Solo, kota nya bersih tertib dan nyaman untuk wisatawan, malu donk ah, Bandung kan kota wisata ke-2 setelah Bali, Bandara Husein juga bentar lagi akan jadi Bandara Internasional, Wisatawan dari Singapura, Malaysia dan negara2 lain nantinya akan sangat mudah datang ke Bandung, Ditambah lagi sekarang sudah ada Trans Studio di Bandung SuperMall tapi kalau tidak diimbangi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai pasti akan semakin menambah keruwetan kota Bandung, Sok liat aja ntar.
Ayo Pak Walkot, semangat atuh!!