Category: Relung


no idea

Dunia berputar dengan cepat sekali, waktu bergerak tanpa henti
entah kenapa,….aku seperti tertinggal oleh informasi yang terkini.
Yang dulu masih menjadi teman bermain, teman satu angkatan, senior peng-ospek, kini sudah menjadi ibu atau bapak dari anak2nya. Hmmm…..
rasanya baru kemaren bertemu, ternyata sekarang sudah menimang bayi
lalu, pertanyaannya adalah…kapan diri ini bisa merasakan hal yang sama dengan mereka?
aku adalah pria normal yang juga ingin merasakan kebahagian itu,
tapi entah, rezeki, umur dan jodoh semuanya ada ditangan Allah SWT. Aku hanya bisa berusaha , sisanya kuserahkan pada yang memiliki hidup tiap insan di dunia.

Sekelumit cerita di Situbondo

Sungguh nikmat bisa kembali merasakan udara di kampung halaman walaupun sempat merasakan kemacetan di jalan Tol gempol, Sidoarjo, kembali ditutupnya jalan tol membuat perjalanan Surabaya- Situbondo yag seharusnya ditempuh dalam waktu 4 jam, akhirnya harus kutempuh selama 6 jam dengan menggunakan bus umum.

Tiba di rumah langsung mendapatkan sambutan hangan oleh Ayah dan Ibuku, kucium tangan beliau.

“Assalamualaikum”

“Waalaikum salam, kok sampai malam to Le?”

“Inggih Bu, tadi macet banget di jalan tol. Tadi aku berangkat dari Surabaya jam 5 sore, gara-gara lumpur lapindo jalan tolnya ditutup lag, lha terus bis-nya keluar dari jalan tol untuk lewat jalur alternatif,” ujarku.

“Ooo, yo wes ga papa, wes ndang maem dulu sana”

Hari-hari kujalani dengan ceria, tidak ada rasa bosan apalagi saat mengunjungi kakakku di Jatiroto, Lumajang. Disana aku bermain bersama keponakanku, Anggara, yang saat ini sudah berusia 2 tahun, usia yang kata orang sedang lucu-lucunya, dan memang benar, terakhir kali aku bertemu dengan keponakanku yang menggemaskan ini sekitar 4 bulan yang lalu, masih sedikit celotehan yang keluar dari mulutnya, tapi, sekarang wah, cerewet sekali hehehe…dia sangat menyukai Kereta Api.

Begitu juga dengan hari-hari selanjutnya, setiap pagi aku berangkat ke tegalan bersama ayahku yang sekarang sudah memasuki masa pensiun, dan kebetulan tegalannya sekarang sedang ditanami cabai. Hmm…menyenangkan sekali hidup di desa, menikmati udara persawahan, tidur di gubuk sambil menikmati singkong goreng, Aihh.. nikmatnya tak terkira.

Hingga tidak terasa 2 minggu telah berselang, sebenarnya masih banyak yang ingin kukerjakan, termasuk berusaha untuk mewujudkan ambisiku untuk berwirausaha, sehingga nantinya aku berharap bisa membuka lapangan kerja baru. Tapi, sepertinya Ortuku kurang memberikan dukungan, mereka lebih senang apabila melihat anaknya bisa bekerja dan menduduki suatu jabatan tertentu di suatu perusahaan. Setiap aku mengutarakan keinginanku, selalu berakhir dengan adu argumentasi antara aku dan kedua orang tuaku, dan yang paling menentang keinginanku adalah ayahku,beliau selalu berkata, ” Percuma Bapak & Ibu nyekolahin kamu adoh-adoh (jauh-jauh, red) Le!!”

Ibuku yang lebih moderat kemudian menimpali,”Lha nek usaha sendiri, modale teko endi Le?(kalo usaha sendiri modalnya darimana Nak?)”

“Lho, justru dengan begini aku bisa nerapin ilmu-ilmu yang kuperoleh, daripada jadi pegawai bank, aku harus belajar dari awal lagi ilmu yang sangat jauh berbeda dengan ilmu yang kudapatkan sebagai lulusan sarjana Biologi,” jawabku.

Yah, gitu deh kira-kira adu argumentasi yang sering terjadi, bagaimanapun juga aku sebagai anak sangat ingin menyenangkan hati sekaligus berbakti kepada kedua orang tuaku. Dan untuk itu hari minggu besok (3/08) aku harus kembali ke bandung, kembali berikhtiar untuk menjemput rizki dari Allah SWT sekali memperpanjang kosanku yang udah hampir habis.

“Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allah….”

Brain Works

link: Download sofware

Software ini lumayan juga untuk mengetahui sebenarnya kita lebih cenderung menggunakan otak bagian kiri atau kanan, selain itu dengan test ini kita bisa mengetahui cara kita belajar lebih cenderung menggunakan visual atau pendengaran. Dan setelah kujawab ke 20 pertanyaan dalam software ini, jeng..jeng…jeng…hasilnya:

tes pertama:

Left Brain : 69,8 %

Right Brain : 30,2%

Auditory : 60,2%

Visual : 39,8%

tes kedua:

Left Brain : 58,3%

Right Brain : 41,7%

Auditory : 40%

Visual : 60%

Tes ketiga:

Left Brain : 54,5%

Right Brain : 45,5%

Auditory : 31,3%

Visual : 60,9%

Nah dari tiga kali tes sih dapat kusimpulkan sendiri kalo aku memang lebih cenderung menggunakan otak bagian kiriku dibandingkan otak bagian kanan, sedangkan untuk proses belajar lebih cenderung menggunakan bentuk visual.

Tho…tho

“Marah…kepada siapa???”

tiada guna menyesali diri sendiri, nasi sudah menjadi bubur, gak mungkin tho..bubur jadi nasi lagi.

Peluang bagus ada di depan mata, malah disia-siakan begitu saja kamu tho…tho

Meminta pendapat orang lain itu memang bagus, tapi ‘mbok’ ya jangan sampai terlalu terpengaruh tho

Kalau sudah begini, tiada guna juga untuk menyalahkan orang lain, atau malah menyalahkan Gusti Allah. Gusti Allah itu Maha Tau tho, Gusti Allah Gak pernah ‘sare’ (tidur), istighfar yang banyak.

Peluang yang sudah terlanjur terlewatkan, coba tho diraih lagi, siapa tau bisa terbuka lebar lagi. Yo, manusia cuma bisa berusaha, ikhtiar dulu…baru tawakkal dan berdoa, gitu tho?

Wes tho, dicoba dulu, sing agak agresif dikit gitu lho.

Hidup penuh Pilihan

Hidup memang penuh dengan pilihan-pilihan. Pilihan-pilihan ini bisa menguntungkan semua, atau malah terkadang kurang mengenakkan untuk kita pilih. Namun, bagaimanapun kita tetap harus memilih salah satu dari semua pilihan tersebut.

Keputusan tetap harus diambil, dan tentunya kita harus siap untuk  menerima segala  konsekuensinya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.