Penembakan terhadap para relawan yang ada di kapal kemanusiaan Mavi Marmara oleh para tentara Israel memicu berbagai reaksi yang sangat keras dari seluruh negara di Dunia.
Presiden Iran menyebutnya dengan pembantaian
Turki, dan negara islam lain menyebutnya pembunuhan
sedangkan indonesia? Hanya DPR yang mengecam keras perbuatan israel itu.
Amerika…hanya menyebutnya sebagai “Tragedi”
Teror adalah adalah suatu kondisi takut yang nyata, perasaan luar biasa akan bahaya yang mungkin terjadi. Keadaan ini sering ditandai dengan kebingungan atas tindakan yang harus dilakukan selanjutnya.
Terorisme; serangan-serangan terkoordinasi untuk menciptakan teror
(di copy dari wikipedia indonesia)
sekarang kembali lagi kita soroti ulah israel, apa yang dilakukan oleh Israel merupakan tindakan TERORISME, saya yakin semua orang yang mengaku dirinya adalah manusia pasti setuju dengan pendapat saya.
Israel bilang kalau tindakannya karena negara mereka selalu diteror oleh palestina (Hamas), tapi akar masalah dari semua itu apa? tak lain dan tidak bukan adalah israel ingin mewujudkan apa yang disebut dengan “tanah yang dijanjikan” yaitu yerusalem di palestina. Nah, untuk mewujudkan hal tersebut, Israel menghalalkan segala cara, otomatis penduduk palestina yang tadinya muslim yang hidup dengan damai, ada juga warga nasrani, yahudi juga ada, mereka berusaha membela tanah airnya, bangsa manapun pasti akan berbuat hal yang serupa, contoh nyata ya negara kita Indonesia.
Lalu mengapa Israel begitu sangat keras kepala? memang begitulah sifat orang Yahudi, dalam Al Quran pun juga sudah disebutkan begitu.
Ditambah lagi mereka mendapatkan bantuan dari negara Adikuasa, Amerika Serikat, USA. Apa kepentingan Amerika? Minyak bumi. Kita tahu, negara2 Arab, Mesir, sebagian eropa dan Asia barat memiliki cadangan minyak yang sangat kaya, terutama Irak, nyata terlihat dari invasinya beberapa tahun yang lalu.
Amerika dengan getolnya memberikan bantuan militer ke Israel, who knows Israel juga sedang mengembangkan senjata nuklir, karena Israel tidak pernah mau menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, atau perjanjian untuk tidak melakukan pengayaan Uranium, begitu juga dengan Amerika, dan sekutunya. Tapi begitu ada negara muslim seperti Iran yang ingin mengembangkan Nuklir untuk perdamaian, wah, Amerika sudah langsung ribut dengan fitnah2nya yang tidak berdasar, dan mempengaruhi PBB untuk menjatuhkan Sanksi kepada Iran. Sungguh sangat Egois!!!
Lalu peran negara kita apa? Sampai saat ini Indonesia masih belum memperlihatkan giginya, padahal dalam pembukaan UUD 1945 tercantum bahwa “Kemerdekaan itu adalah HAK segala Bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas Dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan PERIKEMANUSIAAN DAN PERIKEADILAN”, sangat jelas dan gamblang disebutkan.
Sekarang tergantung pemimpin negara ini dan pemimpin negara islam lain, masih mengaku dirinya manusia atau bukan??? kalo memang Manusia, ayo kita wujudkan perikemanusiaan dan perikeadilan itu!
