Alhamdulillah salah satu target tahun 2010 sudah tercapai, akhirnya aku memiliki rumah sendiri, walaupun masih k*ed*t

Berawal dari keisengan liat2 iklan di koran Pikiran rakyat, pas lihat iklan rumah, mata langsung tertuju pada iklan nomor satu untuk daerah bandung timur, komplek Pasir Jati. Iseng punya iseng, aku coba tilp ke nomor yang ada pada iklan itu, bla..bla..bla, harga 185juta, dengan luas bangunan 81 m, luas tanah 105 m persegi. wah..mahal juga ya untuk rumah seken, masih penasaran, akhirnya pada hari sabtu aku dan bunda radit coba jalan-jalan menuju lokasi rumah, saat itu waktu nyampe di lokasi udah sore hari, dan hanya selewat, penampakan rumah cukup menyeramkan karena memang sudah lama tidak ada yang menempati.

Istriku langsung bilang iiihhhh takut ah Yah..!
akhirnya minggu selanjutnya aku coba lihat perumahan yang lain, hmmm.. harganya itu loh ga kuku deh…diatas 200jeti semua, kalaupun ada yang dibawah 200jeti pasti ukurannya cuma tipe 21 atau 36 tapi dengan luas tanah yang ga bisa selonjor.
akhirnya aku coba musyawarah lagi sama istri tentang rumah lama yang di pasir jati itu, alhamdulillah akhirnya istriku suka juga, apalagi setelah menengok rumah tersebut untuk kedua kalinya di siang hari, ternyata tidak terlalu seram2 amat.
aku coba kontak lagi pemilik rumah itu, coba dinegosiasikan harganya, dan dicapailah harga kesepatakan 175juta, dan aku sampaikan kalau nanti aku akan menggunakan KPR sebagai sumber pembiayaannya, alhamdulillah sang pemilik rumah menyetujui. Waktu yang diberikan adalah 2 bulan, so aku pun segera mencari info KPR, pertama adalah ke BNI, kemudian ke BRI, setelah perbandingan dan perhitungan gaji ternyata dari BRI aku cuma dapet pinjeman 80 juta saja. Langsung bermanuver ke BNI, untuk di bank ini aku harus membayar biaya appraisal di awal sebesar 300rb. Syarat yang diperlukan antara lain, fc KTP suami-istri, fc KK, fc SK terakhir, fc rekening koran 3 bulan terakhir, fc slip gaji terakhir, fc NPWP, fc sertifikat, IMB, dan PBB terakhir.
Proses permohonan tidak terlalu lama, kurang lebih 2 minggu permohonan KPR sudah disetujui, dan ternyata besar kreditnya cuma 95,5juta, beda 15,5juta dari BRI. Uang muka yang dimiliki sekarang cuma 40juta, akhirnya aku cari lagi kekurangannya dengan pinjam ke koperasi sebesar 40 juta lagi. Tapi karena belum bisa cair dengan segera, so aku cari dana talangan dari temen2 kantor, hehehe trims semuanya.
Kontak lagi dengan penjual/pemilik rumah, dia baru akan datang ke bandung hari jumat tanggal 9 April 2010, kami bertemu di BNI Jl. Perintis, bersama dengan notaris, pada hari itu juga sertifikat diserahkan ke BNI dan sebelumnya sudah di cek oleh notaris di BPN bahwa sertifikat bersih tidak ada masalah. Hari itu juga dijadwalkan bahwa akad jual beli dan akad kredit bisa dilakukan hari senin 12 April 2010.
Hari senin pukul 10.00 akad jual beli pun dilakukan, aku sebagai pembeli membayar pajak pembeli yang nilainya 5 % dari nilai transaksi dikurangi 20 juta, sedangkan penjual membayar pajak penjual yang nilainya 5% dari nilai transaksi. Setelah itu dibacakanlah akta jual beli oleh notaris dan ditandangani oleh pihak penjual dan istri sebagai saksi, begitu juga oleh pihak pembeli dengan disaksikan oleh istriku. Setelah itu, dari pihak asuransi meminta menandatangani form pengajuan asuransi jiwa, dan dari pihak bank meminta untuk menandatangani perjanjian kredit. Kebetulan dari sisi penjual memiliki rekening BNI, untuk itu maka pencairan dilakukan pada hari itu (sore) ke rekeningku untuk kemudian langsung dipindahkann ke rekening BNI penjual.
Dan, selesai sudah….eh, aku dah punya rumah ya? ga kerasa, cuma tandatangan aja hehehe.
sekarang tinggal mikirin renovasi…duh bonus kapan ya?